Single Page Application (SPA) adalah salah satu jenis aplikasi website dimana hanya ada 1 halaman yang meng-handle semua aktivitas yang terjadi dalam aplikasi tersebut. User tidak akan berpindah halaman browser ketika melakukan request yang membutuhkan data dari server.Semua aksi akan di-handle secara Asychronous oleh Javascript. Perpindahan 1 halaman ke halaman lain di handle dengan sistem routing, tanpa loading browser sehingga prosesnya lebih cepat . SPA sangat bergantung pada utilitas browser karena menggunakan javascript sepenuhnya. Sementara untuk berkomunikasi terhadap database tetap menggunakan http request terhadap suatu API/Web services.
Kelebihan Single Page Application(SPA)
Berikut ini adalah beberapa kelebihan yang dimiliki oleh aplikasi-aplikasi web yang menggunakan konsep Single Page Application.
- SPA sangat cepat. Kita hanya meload halaman (html + css + js) diawal membuka aplikasi, kemudian setelah nya SPA ini hanya me load data nya saja, dan tentu saja tidak meload halaman web nya
- Tidak lagi setup di sisi server, karena SPA hanya memiliki satu buah index.html, beberapa css dan beberapa javascript. Namun tentunya kita tetap membutuhkan konfigurasi server jika ingin mengoptimasi performa dari SPA itu sendiri.
- SPA mudah di debug menggunakan Chrome. Ada banyak extension untuk melakukan debugging menggunakan chrome. Contohnya, Jika kalian menggunakan VueJS maka kalian bisa menginstall Vue Devtools, kalian bisa dengan mudah memantau data, component, route, state management, dll di Chrome DevTools.
- SPA bisa menyimpan data di cache atau local storage. Jadi jika kalian berada di kondisi offline, web app kalian masih bisa berjalan dengan baik karena SPA disimpan di ci cache / local storage. Selain itu pemanfaatan PWA (Progressive Web App) juga akan sangat membantu
Kekurangan Single Page Application(SPA)
Berikut ini adalah beberapa kekurangan dari single page application.
- Sangat sulit sekali untuk optimasi SEO di SPA, karena SPA hanya meload file javascript saja.
- Jika aplikasi yang dibangun tergolong besar, maka pada load awal akan memakan waktu. Tidak jarang pula aplikasi SPA ini membutuhkan memory yang lebih besar.
Berikut ini framework javascript yang banyak digunakan untuk membuat single page application
1. React
Framework ini diciptakan oleh Facebook dan mendapatkan popularitas dalam waktu singkat. React dipakai untuk mengembangkan dan mengoperasikan interface dinamis dari sebuah web yang memiliki traffic tinggi. React memakai Virtual DOM dan karenanya, integrasi dengan aplikasi apapun jadi lebih mudah.React memiliki banyak fitur mulai dari Declarative, Virtual DOM, JSX, Event Handling, React Native, Component-Based, hingga Performance. Setiap fitur itu memiliki gunanya sendiri-sendiri dan mampu membuatnya bekerja dengan sangat baik serta menjadi alasan React cukup terkenal sekarang.
2. Angular
Jika Anda bertanya framework JS terbaik yang paling efisien, kuat, sekaligus open-source, maka jawabannya adalah Angular. Angular dioperasikan oleh Google dan dipakai untuk mengembangkan SPA atau Single Page Application. Angular mendukung Cross-Platform. Jadi, Anda bisa mengerjakan JS di manapun. Selain itu, Angular juga memiliki performa serta kecepatan yang baik. Produktivitas dari framework ini juga cukup baik dengan tambahan fitur seperti IDEs, Angular CLI, dan beberapa jenis template. Angular juga bisa memiliki fitur Animation untuk menciptakan performa yang lebih baik.
3. Vue.js
Meski Vue.js ini dikembangkan pada tahun 2016, framework JavaScript yang satu ini sudah masuk ke pasar dan telah berhasil membuktikan keperkasaannya dengan menawarkan berbagai fitur.Salah satu fitur yang paling menarik adalah Mode integrasi gandanya yang dipakai untuk pembuatan high-end SPA atau Single Page Application. Vue.js adalah platform yang sangat bagus untuk mengembangkan lintas platform.Beberapa fitur Vue.js sama dengan framework lain seperti Virtual Dom, Data Binding, CSS Transitions dan Animations, Template, dan lain sebagainya. Tapi di luar itu, Vue.js ini jauh lebih sederhana dari pada framework yang lain. Sehingga Anda bisa membangun aplikasi hanya dalam satu hari.
4.Ember.js
Ember.js dikenalkan ke pasar perangkat lunak tahun 2015 dan sejak itu, ia mendapatkan popularitas dengan area pemakaian yang luas. Fitur Ember.js ini mendukung pengikatan data dua arah. Hal itu membuat Ember.js mampu membangun platform yang bagus untuk menangani interface yang rumit. Beberapa situs web yang terkenal seperti LinkedIn, Nordstrom, Netflix, dan masih banyak lagi memakai Ember.JS untuk situs web mereka. Ember.js memiliki beberapa kelebihan seperti;
- Pembuatan aplikasi web JavaScript dapat digunakan dan nyaman.
- Pengembangan HTML dan CSS yang langsung ke core-nya.
- Menyediakan penginisialisasi instance.
- Tersedia rute yang merupakan fitur inti, dipakai untuk mengelola URL.
- Tersedia Ember Inspector untuk men-debug aplikasi Ember.
- Ada template yang membantu memperbarui model secara otomatis jika konten aplikasi berubah.
Sulfikardi
Web Design & Web Programming
Halo, saya seorang Web Developer yang terbiasa mengembangkan website
menggunakan HTML, CSS, Javascript, PHP, MYSQL, dan Laravel. Disini saya akan membagikan pengalaman saya dalam membangun dan mengembangan website yang responsif dan dinamis